· Menteri PUPR Resmikan 7 Lembaga Sertifikasi Badan Usaha dan Penggunaan Sistem Online Single Submission (OSS) untuk Kemudahan Penyelenggaraan Perizinan Berusaha
Jakarta – Sesuai dengan amanat UU Nomor
11 tahun 2020, tentang Cipta Kerja beserta PP, yaitu PP 05 Tahun 2021 tentang
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, yang mendorong Pemerintah
Pusat untuk menciptakan sistem perizinan terpadu, maka pada tanggal 5 Oktober
2021, berlokasi di ruang Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, meresmikan Tujuh Lembaga
Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) serta Penggunaan Sistem Online Single Submission
(OSS) untuk Kemudahan Penyelenggaraan Perizinan Berusaha.
Dalam paparannya Menteri PUPR Basuki
Hadimuljono menyampaikan,”Saya sangat mengapresiasi acara ini, mengingat proses
perizinan berusaha melalui OSS merupakan salah satu agenda utama reformasi
struktural pemerintah untuk mendorong iklim usaha yang semakin kondusif,
termasuk usaha jasa konstruksi. Sistem OSS ini memberikan kemudahan karena
layanan semakin fleksibel, karena dapat dilakukan dimana saja, kapan saja,
dengan jaminan kualitas yang didasari pada sistem terintegrasi dan terstandar”.
Sebagaimana diatur dalam PP 14 Tahun
2021 mengenai jasa konstruksi, OSS telah mengamanatkan empat elemen standar
perizinan berusaha, yaitu lisensi Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU),
lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Sertifikasi Badan Usaha (SBU), dan
Sertifikasi Kerja (SKK) subsektor Jasa Konstruksi. Demi mempermudah layanannya, OSS telah
terintegrasi dengan portal perizinan Kementerian PUPR melalui
http://perizinan.pu.go.id/. Selain itu
portal tersebut juga telah terkoneksi dengan sistem Informasi Jasa Konstruksi
(SIJK) Terintegrasi. Dengan skema dan struktur yang ada maka proses perizinan
berusaha yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) yang
terdiri dari Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat standar (lisensi) telah
siap dilaksanakan melalui sistem OSS.
Pada kesempatannya Menteri PUPR Basuki
Hadimuljono menambahkan,”Saya meminta kepada Dirjen Bina Konstruksi, Ketua
LPJK, para Ketua Asosiasi Badan Usaha, Ketua LSBU agar secara Bersama – sama
memastikan pelaksanaan izin usaha, utamanya penerbitan lisensi LSBU, dan
Sertifikat Badan Usaha (SBU) melalui OSS. Melalui layanannya ini saya juga
berharap akan menurunkan potensi korupsi yang terjadi selama ini melalui
layanan tatap muka (face to face service), serta mampu mereduksi adanya
pungli”.
Sementara itu, Dirjen Bina Konstruksi,
Yudha Mediawan, menyampaikan,”bahwa dengan terkoneksinya portal perizinan PUPR
dan SIJK Terintegrasi dengan Sistem OSS, ini tidak hanya akan memberikan
kemudahan proses perizinan berusaha, tetapi juga akan meningkatkan
transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas proses perizinan berusaha, serta
daya saing pelaku konstruksi. Disini kami juga mendorong asosiasi badan usaha
dan asosiasi profesi yang belum terakreditasi agar segera memenuhi persyaratan
akreditasi sehingga dapat membentuk LSBU dan LSP”.
Disisi lain, Ketua Lembaga Pengembangan
Jasa Konstruksi (LPJK), Taufik Widjoyono, menyampaikan bahwa selama masa
transisi hingga 22 September 2021 telah diterbitkan 18.459 Sertifikasi Badan
Usaha (SBU), 15.023 Sertifikasi Keahlian (SKA), dan 37.899 Sertifikat
Keterampilan (SKT). Dengan demikian jumlah total sertifikat yang telah diterbitkan
oleh LPJK pada masa transisi sejumlah 71.381 sertifikat. Dalam hal ini LPJK
telah menetapkan tiga asosiasi profesi yang terakreditasi selama masa transisi
2021, diantaranya Asosiasi Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (AK3L),
Asosiasi Profesi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (APTAKINDO), dan Perkumpulan
Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (PERTAHKINDO).
Sampai dengan 30 September 2021,
terdapat tujuh lisensi LSBU yang telah diterbitkan dan siap untuk beroperasi,
yaitu Lembaga Sertifikasi INKINDO, LSBU Gamana Krida Bhakti, PT. Andalan
Sertifikat Kontraktor Nasional, PT. Sertifikasi Badan Usaha Gabungan Perusahaan
Konstruksi Nasional Indonesia, LSBU ASPEKNAS Konstruksi Mandiri, PT. Bina Mitra
Rancang Bangun, dan PT. Sertifikasi Kontraktor Indonesia. Dalam acara ini
ketujuh LSBU tersebut mempraktikan secara live atau user experience proses
verifikasi persetujuan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Proses penerbitan NIB itu sendiri hanya
memakan waktu selama tujuh menit, yang terhitung dari awal mulai proses pendaftaran,
namun dengan catatan seluruh data pendaftaran lengkap. Sementara untuk proses
lisensi LSBU dilakukan sebagaimana diatur dalam PP 5 Tahun 2021 maksimal selama
30 hari kerja. Setelah ternotifikasinya lisensi LSBU dari LPJK kepada sistem
OSS selesai, proses selanjutnya adalah verifikasi dan persetujuan Sertifikat
Standar oleh Kementerian PUPR melalui sistem OSS (Hak Akses).
Sejatinya launching ini menjadi momentum
tersendiri bagi LPJK untuk pengakhiran masa transisi dalam pelaksanaan tugas sertifikasi,
dengan kesiapan LSBU untuk melaksanakan tugas dalam memproses Sertifikat Badan
Usaha sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021 Tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi dan
Peraturan Pemerintah No 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha
Berbasis Risiko.
Sumber Berita:
Komentar
Posting Komentar
Aspeknas DIY bersama anda.